Selasa, 04 Mei 2010

Sejarah Penerbangan Dunia


17 Desember 1903, di landasan pasir yang terpencil di pantai North Carolina, angin bertiup kencang, Orville dan Wilbur Wright bersaudara, tinggal landas dengan pesawat terbang bermesin untuk pertama kali dalam sejarah manusia.


Orville Wright terbang dahulu sejauh 30 meter selama 12 detik. Wilbur menerbangkan pesawat yang keempat dan usaha terakhir, mencapai jarak 260 meter, dan terus terbang selama 59 detik.


Penerbangan Wright bersaudara mengubah sejarah. Dalam 15 tahun kemudian, pesawat-pesawat terbang militer sudah terlibat dalam pertempuran udara dalam Perang Dunia Pertama. Tiga puluh tahun kemudian, manusia dan barang-barang telah dapat diangkut lewat udara secara luas. Enam puluh enam tahun sesudah penerbangan pertama itu, Neil Armstrong berjalan di bulan. 16 oktober 2003, Cina menjadi negara ketiga yang mampu mengorbitkan manusia di antariksa.


Di Amerika peringatan seabad sejarah penerbangan mendapat perhatian luar biasa. Tanggal 4 Juli lalu, pada Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, lebih dari 600.000 orang berkumpul di Dayton, Ohio, di mana Wright bersaudara dibesarkan, untuk menghormati kedua putra bangsa itu. Sekitar 150.000 orang juga berkumpul di kota Kitty Hawk, North Carolina. Mereka menyaksikan tempat penerbangan pertama kali. Daerah itu telah lama menjadi monumen nasional.


Di Washington, D.C., ibukota Amerika Serikat, Museum Penerbangan dan Antariksa Lembaga Smithsonian Amerika mengadakan pameran istimewa mengenai Wright bersaudara. Yang menjadi pusat perhatian adalah pesawat terbang asli Wright bersaudara, yang dikenal sebagai "Wright Flyer". Pesawat itu telah lama digantung tinggi dalam museum. Sekarang pesawat itu terletak di lantai di mana sayap dan badan pesawat yang tidak kokoh tampak seperti pesawat terbang model besar yang anak-anak ingin membuatnya.


Wright bersaudara terbang secara diam-diam, dengan hanya dua pengamat lain. Peristiwa itu tidak mendapat liputan media secara luas. Wright bersaudara memiliki sebuah toko di Dayton, di mana mereka membuat, mereparasi dan menjual sepeda. Beberapa orang lain yang berusaha mencapai kemajuan dari Glider atau pesawat luncur, atau pesawat terbang layang ke pesawat yang dapat terbang dengan baling-baling sendiri, memiliki pengakuan ilmiah dan profesional. Glider, pertama kali membawa manusia ke udara dalam tahun 1786. Banyak orang di lapangan meragukan apakah dua orang pria yang tidak banyak berpengalaman itu benar-benar terbang. "Flyers or liars", demikian tulis sebuah suratkabar. Maksudnya, kedua orang itu "penerbang atau pembohong?"


Namun mereka terus memperbaiki dan meningkatkan pesawat mereka dan pada tahun 1908 tiba-tiba mengejutkan masyarakat Prancis dengan melakukan demonstrasi terbang, yang meliputi gerakan akrobatik. Sejak itu, tidak banyak yang meragukan kemampuan mereka sebagai inventor penerbangan.


Banyak hal yang mungkin telah menghentikan usaha mereka. Sejumlah orang meninggal sewaktu melakukan uji-coba dengan pesawat luncur. Mereka selamat. Seorang pria bernama Samuel Langley, Kepala Smithsonian Institution yang bergengsi, diberi dana 50 ribu dolar oleh militer Amerika Serikat untuk membuat sebuah pesawat terbang. Sebaliknya, Wright bersaudara menghabiskan seribu dolar dalam usaha mereka selama empat musim di Kitty Hawk. Sembilan hari sebelum Wright bersaudara terbang, pesawat Langley diluncurkan di Washington, D.C. dan segera jatuh.


Abad ini mungkin akan memberi Wright bersaudara pengakuan sepenuhnya atas keahlian teknologi mereka. Mereka telah lama diakui bisa terbang. Namun inovasi mereka yang rumit dan sangat imajinatif kurang mendapat perhatian. Ketidak stabilan sepeda, yang dikendalikan oleh gerakan tubuh pengendara - mempengaruhi pemikiran mereka. Cara terbang burung yang meluncur dengan sayap mereka, mengubah arah dengan menggerakkan sayap juga sangat mengesankan mereka.


Karena itu mereka menciptakan sistem sayap yang akan 'bisa bergerak miring, untuk memungkinkan pesawat terbang membelok dengan selamat. Mereka menggarap desain ekor yang fleksibel dan sistem pengendali untuk mengontrol arah terbang pesawat. Mereka berhasil menciptakan baling-baling besar yang efisien. Mereka secara manual membangun mesin ringan. Wright bersaudara mempengaruhi ilmu pengetahuan penerbangan udara untuk selanjutnya.


Mereka terbang. Dunia berubah. Tetapi, tidak semuanya untuk kebaikan. Orville, yang hidup sampai tahun 1948, dan Wilbur yang meninggal tahun 1912, mengatakan dengan sedih dalam Perang Dunia Ke-II : "Kami berharap pesawat terbang akan menjadi alat untuk perdamaian".

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar